Teknologi Monitor dan Dampak Radiasi

Posted: Juni 11, 2013 in Oktober
3. Jenis-jenis Monitor
Sebagai media keluaran (output) yang memiliki fungsi krusial dalam kelancaran penggunaan komputer, teknologi monitor hingga saat ini berkembang sangat pesat. Selama tahap pengembangannya layar monitor dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu Cathod Ray Tube (CRT), Liquid Crystal Display (LCD) dan Plasma gas.

 

Cathod Ray Tube (CRT)

Cathod Ray Tube (CRT) atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tabung sinar katoda, ditemukan oleh Karl Ferdinan Braun. Pada awalnya monitor yang ada selama perkembangan generasi komputer, menggunakan teknologi tabung sinar katoda sebagai layar penampilnya. Monitor CRT memanfaatkan tumbukan elektron untuk memunculkan titik cahaya pada layar. Teknologi ini juga umum digunakan pada layar televisi. Karena menggunakan tabung sinar katoda, monitor jenis ini biasanya memiliki ukuran yang relatif besar dan tidak ringan.

Tampilan layar biasanya cembung, dan terkadang mendistorsi tampilan gambar, yang seharusnya ditampilkan datar bisa jadi tampak melengkung pada monitor CRT.

Liquid Crystal Display (LCD)

Teknologi LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron untuk memancarkan sinar, akan tetapi menggunakan semacam kristal cair yang bisa berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga membentuk panel-panel datar. Lapisan yang terdapat dalam LCD yaitu : polaroid belakang, elektroda belakang, plat kaca belakang, kristal cair, plat kaca depan, elektroda depan, polaroid depan.

Monitor jenis ini memiliki radiasi yang minim karena cara kerja LCD tidak melakukan penembakan elektron seperti pada cara kerja CRT, sehingga mata juga tidak cepat lelah
ketika menggunakan monitor jenis ini. LCD banyak sekali diminati karena sifatnya yang rendah radiasi, bentuknya menarik dan hemat energi.

Plasma Gas

Plasma gas atau yang lebih dikenal dengan monitor plasma, menggunakan teknologi gabungan dari CRT dan LCD. Plasma memanfaatkan gas fosfor untuk meningkatkan kualitas gambar yang ditampilkan. Monitor plasma ini memanfaatkan fosfor seperti teknologi CRT. Perbedaannya terletak pada layar monitor plasma yang dapat berpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal tersebut mengakibatkan energi yang diserap oleh monitor plasma tidak sebesar pada monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkanpun lebih baik dari LCD.
Panel Digital Light Processing (DLP) merupakan alat yang pada umumnya digunakan dalam teknologi monitor plasma. DLP inilah yang menangkap sinyal image dasar berupa warna merah, abu-abu dan hitam (RGB). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, kemudian dipantulkan oleh gas fosfor dan dipertemukan dalam mata kita.

Monitor plasma sering kali dipergunakan untuk seminar dalam ruangan besar yang membutuhkan layar besar untuk menampilkan presentasi. Pada monitor plasma, gas fosfor akan mengeluarkan sinar ultraviolet jika dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet tersebut kemudian menampilkan gambar di layar. Akibat teknologi yang digunakan, TV plasma sangat mudah panas. Bahkan di beberapa kasus, bila suhu ruangan tidak stabil, monitor plasma bisa meledak. Selain itu, monitor jenis ini rentan terhadap gangguan pada gambar, seperti efek gosong di gambar, smearing (tertinggalnya sinyal gambar di layar), juga color binding (lambatnya perubahan warna pada adegan-adegan cepat).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s